My Rainbow Dreams

Just Blogger Templates

Percaya

Foto dari google
"Temen-temen, percaya ga kalau saya cantik?" *halah, awal tulisan udah lebay aja nih, qiqiqiq. ini sebenernya karena dari tadi masih bingung mau nulis awalnya gimana, ya udah deh, pede aja nanya gituan, dan saya tau jawabannya pasti.... "huuuuuuuuuuuu, sorakiin aja" hahahaha :P

Hari ini saya mau sharing sama temen-temen tentang si kata "percaya" ini, lebih spesifiknya kepercayaan. Pastinya temen-temen sendiri tau lah yaa kalau sebuah kepercayaan itu mahal harganya, kalau kita udah percaya akan sesuatu hal, maka apapun akan kita lakukan demi sebuah kepercayaan itu, tapi jika kita sudah tidak percaya, maka jangan harap ada goals yang dapat kita capai.

Berbicara tentang kepercayaan dalam sebuah wadah yang besar, tentunya tidak hanya melibatkan satu orang saja, namun di dalamnya ada beberapa atau sekelompok orang yang memang terlibat untuk saling mengikat dan saling memberi kepercayaan demi sebuah visi dan misi yang akan dicapai bersama-sama. Akan ada sebuah perbedaan yang menjadi bumbu dalam membangun "kepercayaan" itu, wajar... namanya sekelompok orang yang memiliki pikiran berbeda-beda. Namun di sinilah letak sebuah kepercayaan menjadi modal utama dalam sebuah kata yang namanya "kesepakatan".

Beberapa kali berkumpul dengan sekelompok teman-teman dari segala kegiatan, membuat saya belajar banyak sekali hal-hal, tentang bagaimana saya harus menekan ego saya sendiri dalam sebuah keinginan, tentang bagaimana saya harus berbesar hati ketika sesuatu yang saya anggap baik, namun belum tentu dimata orang, tentang bagaimana saya harus terus rendah hati belajar dari setiap perbedaan, aah pokoknya banyak hal deh. dan tak jarang kadang hal itu membuat saya terbawa emosi atau malah bisa membuat mood jadi menurun, istilah kerennya be-te. boleh kan? "saya juga manusia biasa ko"

Tapi setelah itu, saya sadar betul bahwa segala hal itu tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita. apalagi mungkin di atas saya ada seseorang yang lebih mengerti arahan dan alur yang akan dibuat itu kemana jalurnya, toh tak jarang pula, setelah saya merenunginya, saya malah jadi berpikir "lho, ngapain juga yaa saya mesti marah-marah, mesti keukeuh, mesti ngotot dan lain sebagainya, padahal setelah kepala dingin, suka ketawa sendiri kalau inget kata-kata yang saya lontarkan"...  niatnya sih mau menyampaikan hal baik juga, hanya kadang cara penyampaiaannya yang kurang pas atau pikiran yang belom sinkron. itulah mengapa slogan "Thinking before You Speaking" (kali) menjadi penting kali ini, ckckckckc

Saya mengakui, saya masih jauh dari kesempurnaan, saya juga gak pinter-pinter amat (ini bukan merendah yaa) tapi sebagai batasan untuk diri saya agar saya terus belajar dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada. sehingga dengan begitu, saya tetap bisa menjadi saya yang sekarang, ga mau dianggap sombong, duh... tolong ingetin saya deh yaa kalau udah seperti itu. karena saya tau, saya bukanlah apa-apa, hanyalah Allah Swt sang pemilik kesempurnaan.

Saya PERCAYA, bahwa ketika kita melihat segala sesuatunya dengan positif, dengan tenang, Insya Allah apapun akan terasa mudah... Yaa.. kalau marah-marah di awal,...sekali lagi... saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari segala kekhilafan. Niatan saya untuk terus belajar dari sekeliling akan tetap saya lakukan selama saya bernafas untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada dalam diri saya. Namun, saya juga percaya bahwa selalu ada nilai lebih dari sebuah kekurangan yang saya miliki. Bagaimana dengan teman-teman? apa hal yang paling kamu percayai saat ini? atau kalau saya bertanya, "Percaya Gak kalau saya ini bakal jadi President?" hahahaha *ngawur lagi :P