![]() |
| gambar dari faktailmiah.com |
Rasanya... jantung saya selalu mau copot kalau ada teman yang dengan sengaja mengagetkan saya atau hal apapun yang tiba-tiba membangunkan saya (baca=kaget). Ya, LATAH...!! penyakit yang saya derita sejak jaman kuliah dulu (*halah, dramatisir banget yak pake dibilang penyakit). Saya sendiri ga tau kenapa latah itu menghampiri saya?! lebih parahnya lagi dulu latah saya sampe ke gerakan-gerakan. Disuruh mangap ya mangap, disuruh jongkok pasti jongkok, disuruh mukul yaa resiko orang terdekat saya, pasti kena pukul, hihihihi. Untungnya ga ada yang iseng dengan teriakan "Buka Baju"... jleb, *ngasah golok langsung deh :))). Ga terkecuali juga sama Si OM (panggilan cinta saya buat suami).. Kalau lagi kumat jailnya, saya pasti kena dikaget-kagetin deh. Tapi karena dilatahin sama suami, sampai disuruh cium, yaa cium aja kali yak, #Ups, wkwkwk *sensor...
Tapi bukan soal latah diri yang ingin saya share kali ini, latah yang saya maksud di sini adalah dalam konteks SOCIALITA (weks, bahasanya...). Banyak sekali contoh kasus (khususnya di negara Indonesia) yang seneng latah. Saya kasih contoh latah dalam dunia bisnis dan entertain yaa. Seperti kita tahu, beberapa tahun yang lalu, kita sempat mengetahui jamannya lagu SKA, jenis musik yang ritmenya besahut-sahutan, paling asik dibawa goyang dengan mengangkat kaki secara bergantian diikuti kedua tangan yang bergoyang juga secara bergantian. Itu jaman SMA saya deh kalau ga salah, ngetrend bener deh, pada akhirnya banyak pula bermunculan band-band indie yang beralirkan lagu ska. Dan salah satu Band yang komitmen sampai sekarang adalah Band Tipe-X.
Nah kalau temen-temen sekarang jeli, latah masih menjadi kebiasaan para pelaku bisnis di Indonesia juga, ga semua sih, ada beberapa brand produk yang sekarang berlomba-lomba menjual dengan branding yang sama. Kali ini ada yang namanya keripik pedes dengan merk yang bervariasi. Pertama kali muncul keripik itu, booming banget, namun sebenernya keripik seperti ini bukan hal baru juga sih, jaman smp juga udah ada, hanya saja sang pelaku alias marketingnya tepat memberikan terobosan ini di waktu yang tepat. Alhasil, laku keras di pasaran. Lalu, dimana letak latahnya? ada. Coba liat atau search di google. Ketika keripik M*i*c*h sukses menerobos pasaran, bermunculan pula keripik-keripik pedes lainnya, bahkan ada yang ga segan-segan membuat merk lawannya. "Bukan ... si E*m*k" plus gambar di kemasannya di coret. Apa namanya itu, kalau bukan latah?
Trus, ada yang salah ga dengan hal seperti itu? saya pribadi jawab "engga". bebas-bebas aja ko... Asal ga ngerugiin pihak lain, walaupun rasa gondok pasti tetep ada lah yaa. Yah, sudah menjadi kebiasaan penduduk di Indonesia melakukan hal itu, mengikuti trend alias latahan pada apa yang lagi booming saat ini. alias NJIPLAK. Khususnya dalam dunia bisnis dan entertain. Namun, dibalik semua itu, ternyata semakin banyak orang Indonesia yang sadar betapa pentingnya membuka wawasan untuk menjadi seorang "Pengusaha", walaupun ide awalnya karena latah, tapi semua itu bisa diolah dengan kreatifitas sendiri-sendiri sehingga akhirnya bisa sampai dan diterima oleh masyarakat (tapi kalau posting di blog, Do not Copy Paste yah). Saya juga suka ko keripik pedesnya, tapi bukan merk yang pertama, melainkan keripik yang kemasannya ada warna merahnya. Ga cuma jual pedes, tapi gurih dan enyak, qiqiqiqiqi *ko malah promosi.... :P
Nah, diantara temen-temen..ada yang latah kaya saya ga? atau mau mulai latah menulis di blog? BOLEH BANGET.... semakin banyak yang latah ngeblog, semakin bagus dan semakin rame dunia blogging. Selamat latah yang positif yaaa... dan selamat datang di dunia latah #lho...
