"Cari tau dulu, ga usah heboh duluan"
![]() |
| Gambar dari sini |
Kehebohan yang terjadi dalam social media saat ini bukan lagi menjadi suatu hal yang tabu, orang akan dengan sendirinya menggunakan situs jejaring ini untuk segala kepentingan. Salah satunya adalah twitter. Saat ini twitter adalah jejaring sosial yang paling up to date. Masih ingat minggu-minggu lalu ketika twitwar terjadi (atau bahkan sengaja dijadikan alat) oleh seorang artis untuk membela kepentingannya. (terlepas dari siapa yang benar/salah, twitter memang jejaring yang saat ini paling digemari untuk menyampaikan isi hati dan pikiran secara langsung). Seperti kita tahu dalam kasus yang paling anyar muncul berita Salah seorang pengendaran Minibus Afriani Susanti yang menabrak pejalan kaki di Tugu Tani yang menewaskan 9 orang dan 4 luka-luka. Belum habis di situ, linimasa twitter pun diramaikan lagi dengan gosip yang katanya "Twitter akan disensor". Haiyaahh, ga abis-abisnya deh ya. Dari satu cerita lanjut ke cerita berikutnya, seperti waiting list yang sudah menunggu untuk segera dipanggil. wew
Sore ini, saya menyimak berita di TVOne yang membahas soal tersebut. Menghadirkan Perwakilan dari Kominfo dan Pakar Social Media, Pak Nukman Lutfi. Dalam perbincangan tersebut, saya bisa ambil kesimpulan, ternyata apa yang digembor-gemborkan di twitter itu ga tepat, hal ini dipertegas juga oleh Pak Gatot dari Kominfo, bahwa Indonesia (Pemerintah) menjamin tidak akan ada sensor menyensor soal twitter yang dikaitkan dengan "Kebebasan berbicara". Menurut Surveinya sendiri Indonesia merupakan negara cerewet di urutan ke 5 di jejaring twitter, jadi biasalah... kalau ada kabar yang belum jelas, orang-orang langsung baca bagian judulnya aja, tanpa mencoba mencari tau hal-hal apa saja yang berkaitan dengan judul tersebut.
Pak Nukman sendiri mengatakan bahwa, saat ini twitter lebih banyak reaktif. Memang, di beberapa negara, pemblokiran jejaring social seperti twitter sudah dilakukan. Namun itu bukan datang dari twitternya sendiri, melainkan atas permintaan negara tersebut. Sedangkan Indonesia, sampai saat ini belum ada pembahasan ke arah itu. Kalaupun sampai terjadi, waktunya jelas akan lama dengan melalui beberapa proses. Otomatis, twitter pun ga akan donk dengan rajinnya gitu yaa... menyensor satu-satu pengguna twitter. Kalau saat ini penggunanya sudah sekitar 200ribu orang *apa 200juta ya, lupa (di Indonesia), berapa karyawan yang bakalan twitter pekerjakan untuk menyeleksi setiap timeline yang muncul. Bisa juling tuh mata.
Lalu, sebetulnya... mengapa sih orang lebih memilihi twitter sebagai tempat yang paling nyaman untuk cerewet? Beda halnya dengan facebook, pengguna twitter rata-rata lebih ekspresif, menganggap bahwa "ini timeline gue ko", bahkan ada yang ga segan masih menganggap twitter itu tempat nyampah. *terserah, orang bebas mau ngapain, account dia sendiri ko. Tapi beberapa kali mengikuti seminarnya Pak Nukman, Twitter itu justru akan memberikan feedback lebih baik jika kita bisa menggunakannya secara bijak juga. Okelaah, "Istilah Nyampah" terserah... tapi, jangan sampai karena timeline kita yang terkesan seperti sampah akhirnya satu persatu followers kita mulai "me mute" kita bahkan langsung "unfollow" ouwch., detzig!! Itu diaa.... bebas bicara, tapi inget aturan main dan etikanya donks. Makanya selain bermain internet, rajin ngeblog, pahami juga aturan main yang berlaku di dalamnya. *termasuk saya, yang terus mencari pembelajaran dari setiap kata yang tertulis dan lisan yang terucap. Semogaaaaaa aja yaa... ga ada perkataan atau tulisan saya yang menyinggung. Kalau ada, jangan sungkan untuk langsung menegur saya, dan mohon dimaafkan. I'm not a perfect human. Harus mengingatkan diri sendiri juga... yang baca itu bukan kita sendiri, apalagi twitter, sekalinya orang nge ritwit tentang kejelekan kita. Naudzubillah, apa jaadinya kita. di bully habis-habisan deh. Amit-amit.
Sejauh ini saya yakin para "Tuips" sudah paham mengenai manfaat twitter yaa. Seperti yang dikatakan Pak Nukman, Orang yang paham dengan twitter pasti akan menggunakannya secara bijak. ada yang menggunakannya untuk menambah followers (jika itu kepentingannya dengan bisnis). atau mencari sensasi lah...tujuannya sama, mencari followers juga. Tapi bisa jadi, ada sebagian juga yang belum paham tentang twitter, jadi seucap-ucapnya aja deh tuh nulis di timeline, "Lagi makan"..."lagi nyuap"..."mau bobo"... timeline supersingkat yang pasti akan sangat membosanakn dibaca oleh orang jika dilakukan secara tersu menerus. Yuk ahh.. mari kita gunakan socail media dengan baik, mulailah menulis dan berbicara yang baik-baik (*termasuk saya) supaya Virus sampah yang selama ini nampol di slogan nya twitter bisa terkikis dengan virus positif.
Sensor Twitter di Indonesia? Gak akan terjadi (setidaknya sampai pemerintah mengajukan hal tersebut pada Twitter) Selamat menjaring followers dan sebar virus kebaikan. Folloow @aJulie Yaa #eaaaa ditoyor!!!
